Beramah tamah terhadap Peluang

Sepanjang hidup kita tidak akan bisa menghitung berapa jumlah peluang baik dan membesarkan yang hadir. Tapi begitu banyak peluang yang terlepaskan begitu saja. Acapkali ketika kita mendapatkan peluang, justru kita tidak mengambilnya.disaat kita berusaha mencari peluang, justru sering kali kita seakan-akan tidak menyaksikan satupun peluang yang memudahkan hadir menghampiri kita.
Berbicara mengenai peluang, peluang tidak hanya hadir bagi kaum pebisnis saja, melainkan peluang dapat hadir sebagai faktor penentu kebaikan bagi masa depan entah dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Adapun peluang bagi keberhasilan dalam dunia pendidikan,yang ke depan bisa memberhasilkan dan membaikkan keberadaan seseorang dalam sisi pendidikan. Atau peluang asmara, dimana seseorang menentukan kebaikan bagi masa depannya dalam hal pembentukan hubungan yang baik dan membangun dalam berumah tangga dan berkeluarga. Adapula peluang dalam dunia karier yang kerap kali berhubungan jabatan, promosi, pangkat, business relationship yang menentukan besar kecilnya keberhasilan usaha baik usaha pribadi maupun karier dalam berorganisasi.

Nah, bagaimana dengan peluang anda?
Tulisan ini saya buat karena saya begitu prihatin dengan pribadi-pribadi yang kurang begitu sadar akan keberhasilan masa depan karena gagal beramah tamah dengan peluang. Saya ingin menyampaikan beberapa tips yang bisa digunakan bagi anda yang menyetujui asumsi saya. Berikut tips untuk beramah tamah terhadap peluang agar peluang hadir bertubi-tubi dalam kehidupan anda:
  • Jadilah pribadi yang ceria dan mudah beramah tamah
Banyak orang ingin menjadi pribadi yang dihampiri banyak peluang keberhasilan namun gagal karena wajahnya yang kurang bisa beramah tamah, jauh dari dikatakan ceria dan lebih cocok disebut lebih gemar mengisolasi diri dari lingkungan, dan acapkali bertatap wajah dengan tampang galau, sedih, atau pemarah dan pencemburu.
Coba sesekali anda bercermin dan perhatikan bagaimana kontur wajah anda. Perhatikan baik-baik karena ada wajah yang cukup dengan senyum saja sudah bisa membangkitkan aura keceriaan diwajahnya. Sedangkan ada pun wajah yang harus dengan tertawa baru nampak aura bercahaya yang bersahabat dengan setiap orang.
Sekian banyak orang gagal karena tidak mengenal dirinya sendiri dan bagaimana berlaku dan bertanggung jawab terhadap apa yang dimilikinya sendiri. Hal ini berkaitan erat dengan kesialan dan lepasnya banyak peluang besar yang datang.
Perhatikan pula suara ketika anda berkomunikasi dan konten atau isi dari apa yang seringkali anda sampaikan ketika asyik berbincang dengan orang lain. Lalu perhatikan bagaimana orang-orang berhasil dan sukses berkomunikasi, mengenai volume dan standard suara, serta konten yang dibicarakan meskipun dalam situasi non formal sekalipun.

Mimik wajah yang bergembira dan aturan suara yang tepat dengan konten yang berbobot menjadikan anda akan dinilai sebagai seorang calon berhasil dan sukses. Keceriaan akan memancing mulai dari keluarga, rekan kerja, tetangga untuk pula beramah tamah terhadap anda. Dan semakin banyak probadi yang bersosial dan menjadi relasi anda, tentusaja akan menghadirkan sekian banyak peluang. Dan semakin besar orang yang anda mampu akrabi, semakin besar pula peluang yang akan anda dapatkan. 

Perhatikan, untuk memancing ikan yang besar, anda perlu pancing yang kuat dan kail yang besar dengan umpan yang tepat pula. Itulah kegunaan dari wawasan anda yang akan anda gunakan sebagai konten ketika bersosial.
  • Jadilah pribadi yang mudah memaafkan

Lebih banyak lagi tipe pencemburu dan pendendam kehilangan banyak kesempatan memiliki kehidupan yang lebih baik. Semua agama pasti menyampaikan bahwa dendam dan cemburu itu sesuatu yang sangat memboroskan waktu anda dengan lebih banyak keburukan.
Pribadi pencemburu dan pendendam selalu berkaitan dengan emosional tinggi dan pemarah. Satu kemarahan dapat menghabiskan seluruh energi pikiran dan perasaan anda yang seharusnya bisa digunakan untuk kebaikan yang membaikkan.
Kejahatan pikiran akan berbisiksecara terus menerus untuk membentuk pikiran negatif si pencemburu untuk terus berpikir hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi menjadi mungkin untuk terjadi, dan bisa jadi dari yang belum terjadi menjadi sangat mungkin untuk terjadi.
Sementara kejahatan pikiran si pendendam akan terus secara berkala berbisik, mengenai cara-cara membalas dariyang paling mudah dan berakibat ringan hingga yang paling riskan dengan akibat yang fatal. 

Pribadi yang mudah memaafkan justru menjadi sahabat bagi semua pihak pembaik yang membaikkan. Pribadi yang mudah memaafkan memahami bahwa ”Peluang berasal dari arah yang tidak pernah bisa disangka”. Hal ini berarti, bisa jadi salah satu peluang bisa saja datang melalui justru orang yang pernah berbuat kesalahan kepada anda.
Pribadi yang dicintai adalah pribadi yang mudah memaafkan, sehingga menjadikannya justru nampak lebih kuat dan berhasil. Pribadi yang mudah memaafkan adalah pribadi yang selamat dan mudah mendapat simpati dari banyak pihak. Dengan ini, akan lebih banyak peluag hadir dalam kehidupan si pemaaf.
  • Pribadi yang dicintai itu yang sopan dan bermanfaat
Sopan itu tak harus selalu nampak formal dan membosankan. Sopan merupakan bagian dari bagaimana cara anda menghargai orang yang anda hadapi. Dan kesopanan meliputi tidak hanya sekedar tutur kata, tapi mulai dari cara melihat dan memandang, cara berpakaian, cara menyajikan sesuatu baik itu materi hingga hidangan sekalipun, dan masih banyak lagi termasuk cara duduk dan cara berkomunikasi yang baik.

Kebanyakan orang mengalami lupa diri sehingga lepas kendali. Lupa diri dan lepas kendali seringkali menjadi starter awal penilaian negatif terhadap seseorang. Pribadi yang sopan selalu lebih waspada dan berhati-hati terhadap situasi dan kondisi lingkungan yang ada. Pribadi yang sopan selalu berhasil dalam pengendalian diri terhadap keberadaan dirinya, dan inilah yang berkaitan dengan pribadi yang bermanfaat.
Pribadi yang sopan selalu tahu kapan dirinya bisa hadir sebagai orang yang memberikan manfaat dan kebaikan. Dia akan memahami benar situasi dan kondisi berhubungan dengan sikap dan tindak lanjut yang harus diambil dan dijalankan. Dalam artian, sopan itu tidak harus selaludiam dan pada akhirnya merasa bosan. Seseorang tidak nampak sopan ketika tibapeluang baginya untuk berbicara dan beraksi justru dirinya memilih untuk diamdan berpangku tangan.
  • Jadilah pribadi yang banyak berdoa
Faktor utama dan paling penting adalah mengenai bagaimana beramah tamah dan bersopan santun terhadap Sang Pencipta. Pribadi yang rajin berdoa, akan meminta apapun yang dia inginkan dengan cara-cara yang sopan, tutur kata yang baik dan penuh pujian, nampak ceria wajahnya yang menampilkan bahwa Tuhan selalu memberikan apa yang dimintanya, pertanda bahwa dirinya adalah pribadi yang selalu bersyukur. Makasudah pasti dia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhannya.
Pribadi yang banyak berdoa memiliki keyakinan bahwa Tuhan selalu mendengar dan memberikan apa yang dimintanya. Dengan ini, dirinya memiliki keyakinan dan keimanan yang teguh dan kukuh terhadap apa yang dicita-citakan. Karena baginya, tiada satupun penghalang atas kuasa Tuhan.
Kepercayaan diri yang tinggi dengan kokohnya pendirian terhadap apa yang dicitakan menjadikannya pribadi yang anti malu, anti galau dan terlebih menjadikannya menjadi pribadi yang anti jatuh terhadap kegagalan. Dirinya jauh dari kesedihan karena selalu beranggapan bahwa kegagalan adalah jalan menuju keberhasilan. dirinya meyakini  bahwa tiada seseorang dikatakan beriman jika belum diuji keimanannya, dalam artian sebelum berhasil seseorang harus berani diuji dengan kejatuhan.

Pribadi yang mudah bersyukur akan selalu menampakkan keceriaan dan super pede yang tinggi, dengn begini kesopanan dan kemudahan dalam beramah tamah tidak perlu dipertanyakan lagi.
  • Melatih diri dengan kebebasan berpikir besar
Jika tahu Tuhan itu Maha Pemurah, Maha Pemberi, Maha Mendengarkan mengapa masih saja berpikir scope kecil dan sempit. Pribadi yang bisa mendapatkan peluang yang banyak dan besar melatih dirinya dengan belajar berpikir besar, bahwa Tuhan sanggup menjadikan dirinya sebesar apa yang dia pikirkan.
Sementara orang yang berpikir sempit selalu belajar menjadi peramal dengan menebak-nebak kehancuran, kapan matinya, dan peluang jatuhnya serta sakit yang akan diderita. Yang berpikir sempit justru terlalu berhati-hati sampai kadang lupa untuk segara berbuat dan berjalan karena terlalu berhati-hati.
Bebaskan diri anda untuk belajar berpikir besar tanpa menutup semua kemungkinan yang membesarkan anda, karena Tuhan mampu dan sanggup menjadikan anda sebesar apapun yang anda mampu pikirkan.
Jangan menjadi pribadi yang membatasi diri dan justru menjadikan diri semakin dipenuhi dengan kekerdilan dan kegagalan yang dimulai dari berpikir takut, cemas, dan galau.

Ya, sekian tips beramah tamah terhadap peluang yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan menjadi pembaik dan sebagai tambahan wawasan bagi anda. Terimakasih dan Salam Sukses selalu untuk anda…

Abi Andaya Iswara

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 komentar:

  1. Memang benar bahwa seringkali manusia melepaskan peluang, dan satu saat ketika disadarkan oleh keadaan tertentu yang biasanya menghimpit, akan memunculkan perasaan menyesal.

    BalasHapus
  2. Hidup ini memang dipenuhi dengan peluang yang seharusnya tidak dilewatkan begitu saja. Kebanyakan dari kita terlalu malas, jangankan untuk berpikir lebih, jangankan unutk bergerak cepat. Pada akhirnya nanti penyesalan akan muncul karena peluang telah terlewatkan.
    Terima kasih Tuhan.

    BalasHapus

Terima kasih. BY Mixland Blog.