Peluang vs Diri Sendiri

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216) 

Saya petik definisi Al Qur'an Surat ke 2 ayat 216 diatas dalam bahasa Indonesia. Mengingat begitu banyak konflik yang terjadi dalam diri setiap orang. Karena itu judul dari posting artikel ini saya tulis "Peluang vs Diri sendiri".

Karena sebenarnya setiap orang akan selalu bertemu peluang dalam hidupnya, dan setiap peluang yang hadir memerlukan kedewasaan dan kebijaksanaan diri dalam mengambil dan menentukan sikap.

Sohib mungkin pernah mengalami kondisi seperti ini: 
a. Sohib tidak begitu menyukai seseorang karena sebab yang belum jelas, sohib hanya sekedar kurang menyukai begitu saja, padahal ternyata orang tersebut ramah dan memiliki banyak koneksi yang baik bagi pembelajaran hidup dan hubungan bersosial dalam dunia kerja.
b. Sohib tidak suka terhadap satu bidang karena sohib merasa kurang menguasai, kurang mahir di bidang tersebut, sementara bidang tersebut memberikan peluang yang lebih besar dan lebih luas jangkauannya.

Dari kedua contoh tersebut, saya yakin sohib pun pernah merasakan beberapa kondisi seperti berikut:
a. Sohib merasa malu terhadap seseorang yang sebelumnya sohib tidak begitu menyukainya, tapi ketika sohib sedang mengalami kesulitan, justru orang tersebutlah yang mampu menemani sohib dan memberikan bantuan yang sohib butuhkan pada saat itu.
b. Sohib yang merasa tidak pede dengan satu bidang, merasa ogah-ogahan pada awalnya, tapi kemudian justru bidang tersebut membuka lebar jalan sohib pada proses yang lebih besar dan lebih mengagumkan. Dan akhirnya justru sohib jadi lebih menekuni bidang tersebut.

Rasanya, seperti mendengar pepatah, "Jangan pernah mencintai orang /sesuatu yang salah", dan itu pernah terjadi dalam kehidupan kita. Memang tidak perlu disesali, karena inilah kehidupan, sebuah proses untuk belajar menjadi lebih baik.

Karena yang sebenarnya yang paling berat untuk dihadapi adalah diri sendiri. Banyak orang mendapatkan peluang untuk bisa merubah haluan hidupnya menuju arah yang lebih baik, tapi, sayangnya terkadang kita salah dalam mengintepretasikan keadaan dan peluang yang  diberikan. Belajarlah berdamai dengan dirimu, dengan jangan terlalu mudah dalam mencintai dan membenci sesuatu tanpa tahu ujung kebaikan dan manfaatnya. 

Mari belajar dari Rasulullah sebagai suri tauladan yang pantas dalam mengamalkan ayat Al Qur'an yang saya petik diatas.

Selamat membaca dan salam sukses

Abi Andaya Iswara

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih. BY Mixland Blog.