Mengenal Law of Attraction 2

Be-the-change-you-want-to-see

Ada banyak hal yang penting untuk diketahui dari law of attraction agar dapat teraplikasi dengan baik dan tepat. Kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang visualisasi atau penggambaran yang kerap kali berkaitan dengan law of attraction, karena visualisasi merupakan satu faktor penting.

Visualisasi adalah sebuah meta-proses yang dijalankan oleh otak secara sadar dalam membentuk gambaran-gambaran, dimana jika semakin nyata dan kuat gambaran yang diciptakan akan dapat menyentuh sistem sensorik perasaan. Pada kondisi penggambaran yang biasa terjadi, seseorang akan lebih cenderung menggunakan otak kiri, dimana gambaran tersebut nampak logis masuk akal, dan tidak terbantahkan dari kenyataan yang bisa dicapai. Law of attraction tidak mengharapkan anda berpikir logis menggunakan otak kiri, melainkan lebih menggunakan otak kanan dalam melakukan prosesi penggambaran atau visualisasi.

Contoh mudahnya, jika anda ingin membeli handphone sekelas iphone, padahal anda hanya pekerja paruh waktu yang bergaji kecil, anda pasti akan berpikir secara logis dan matematis. Anda akan melihat slip gaji anda, dan mengkalikannya sejumlah bulan setelah dikurangi pembiayaan primer seperti uang makan, transport, dan kebutuhan penting lain seperti pulsa, listrik dan air. Hasilnya anda baru akan mendapatkan handphone setelah anda berani mempertaruhkan berbulan-bulan gaji yang diambil lebih awal dengan cara mulai “berhutang”.

Atau, jika anda ingin membeli sebuah rumah, sebut saja tipe 48. Anda yang berstatus pasangan muda yang baru saja menikah, pasti akan berpikir paling tidak harus mulai “kredit”, atau harus mulai “menabung”. Hasilnya tabungan anda bisa mencapai harga rumah setelah beberapa tahun, itupun jika rumah harganya belum berubah.

imaginelivethelifeyou

Yang saya sebutkan diatas adalah bagaimana berpikir secara matematis, strategis yang sesuai dengan fakta, kenyataan, realita. Apakah ini buruk? Tentu saja tidak, karena hidup harus ada perencanaan yang matang. Akan tetapi jika anda ingin lebih berhasil dalam menerapkan law of attraction, maka yang harus anda lakukan adalah, “berpikir besar” sebagaimana Tuhan mampu memberikan yang besar yang anda minta.

Mari sedikit lebih menyadari, bahwa sekalipun jumlah kekayaan seluruh manusia dikumpulkan masih tidak akan cukup menggambarkan seberapa kayanya Tuhan. Berarti Tuhan itu Maha Kaya dan Sangat kaya. Dan karena Tuhan Maha Pemberi, kenapa harus berpikir terlalu ‘realistis’ yang terbatas, berpikir ‘kecil’ yang sangat ‘membatasi’.

Sebelumnya saya bercerita bahwa law of attraction adalah bentuk lain dari cara kita berdo’a pada mengenal law of attraction. LOA meminta anda untuk lebih realistis terhadap kemampuan Tuhan untuk sanggup memberikan apapun dan seberapa besarpun yang anda minta.

Kembali lagi pada Visualisasi dan bagaimana berpikir ‘besar’. Mulailah berpikir dengan otak kanan, karena otak kanan memiliki fungsi sebagai penterjemah imaginasi yang hebat, yang tidak terbatas oleh logika dan hitungan matematis.

 

“dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka - sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah SWT niscaya Allah SWT akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah SWT telah mengadakan ketentuan bagi tiap tiap sesuatu.” (QS 65:3 )

Renungkan sejenak ayat diatas. Mungkin anda pernah melihat semut, bagaimana mereka mampu mengangkat gumpalan roti atau nasi yang lebih besar dari kapasitas tubuhnya? Ya seperti itulah, karena itu banyak motivator menyampaikan, “orang-orang besar, sukses, berhasil, kaya, dll adalah orang-orang yang memiliki mental besar, sukses, kaya, berhasil. Sedangkan orang-orang gagal, miskin, kecil, tidak mampu adalah orang-orang yang berpikir dan bermental terbatas, kecil, gagal, miskin dan tidak mampu.”

Law of attraction adalah satu pembelajaran yang baik, jadi bukalah diri anda untuk mulai berpikir hebat dan besar. Gunakan imajinasi anda yang tidak terbatas. Yang perlu ditanamkan adalah, anda bebas dan gratis dalam berimaginasi, tapi, anda pun tetap harus berupaya dan berdoa agar apa yang anda imajinasikan tidak sia-sia. Manusia adalah mahkluk pemalas, sementara “alam menyukai kecepatan'”. Law of Attraction hanyalah pembuka pintu gerbang atau disebut sebagai penarik peluang-peluang, selanjutnya keberuntungan akan menghampiri anda jika anda bergegas cepat untuk bertindak.

Contoh Latihan

law_of_attraction

Contoh mudah, jika tadi menggunakan otak kiri, sekarang mari meggunakan otak kanan yang memiliki imaginasi dan pengetahuan non-fisik sangat tidak terbatas. JIka tadi anda membayangkan memiliki handphone iphone dan rumah idaman tipe 48 anda harus menabung, maka saat ini tugas anda, anda hanya perlu membayangkan saja bahwa anda sudah memiliki apa yang anda inginkan tadi.

Jika itu iphone, bayangkan saja iphone tadi sudah ditangan anda. Bayangkan dengan jelas, sedetail mungkin. Mulai dari warna, kontur atau bentuk, ukurannya, beratnya. Rasakan dengan seksama, dan bawa perasaan bahagia anda karena anda sudah memiliki hanphone tersebut. Jika anda mengingikan rumah tipe 48 tadi misalnya. Coba bayangkan rumahnya sejelas mungkin, sedetail mungkin. Mulai dari warna cat tembok dan genteng. Anda mulai masuk dalam ruangan, dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, taman hingga kamar mandi. rasakan detailnya, luasnya, lebarnya, tingginya, sejuknya.

Nah, se-nyata mungkin. Jika sudah cukup jelas, dan anda sudah merasa puas, perlahan lepaskan semua pembayangan tadi. Yang perlu anda tetap jaga dan bawa kembali ketika menuju kesadaran adalah feeling atau perasaan berupa motivasi untuk memiliki, semangat yang berkobar, dan keyakinan kepemilikian yang tinggi, bahwa segala sesuatunya adalah mungkin dan sangat mungkin terjadi.

Catatan

Berpikir dan berprasangka merupakan hal yang sangat penting bagi kelayakan diri. Yang disebut mental atau attitude lemah dan kecil adlah mereka yang selalu berpikiran sempit terhadap apa yang mereka inginkan. Mulailah dengan membuka diri dan membuka mata, di luar sana, bahkan pemilik perusahaan besar ekspor impor bukan dari kalangan berpendidikan tinggi S2 atau bahkan S3 dan Professor, akan tetapi orang-orang yang jadi pekerjanya justru orang-orang yang berpendidikan lebih tinggi. Ini pertanda bahwa, si pemilik perusahaan memiliki mental besar dan berpendirian kokoh terhadap setiap peluangyang diberikan Tuhan.

 

Sekian dari saya, ke depan saya akan menyajikan lebih mendalam mengenai Visualisasi dan tata cara serta aplikasi law of attraction.

Selamat mencoba dan salam sukses

This work is licensed under a Creative Commons license.

Abi Andaya Iswara

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih. BY Mixland Blog.