FAQ Seputar Hipnosis

hypnosis-for-sleep
1. Apa yang dimaksud dengan Hipnosis?
HIpnosis merupakan sebuah kondisi dimana seseorang berada pada kondisi relaksasi, terfokusnya pikiran, atau konsentrasi. Dalam artian kondisi hipnosis berbeda dengan kondisi berpikir pada saat seseorang sedang sadar secara total. Hipnosis lebih pada kondisi sangat relaks, dimana frekuensi gelombang otak berada pada kisaran frekuensi alpha dan tetha (sekitar 3-12hz) sehingga menjadikan daya tangkap otak berlipat ganda atau sugestif (suggestable).
Kondisi hipnosis bisa dikatakan hampir sama dengan kondisi menjelang tidur. Namun kondisi lain seperti ketika seseorang sedang menonton serial drama yang mengharukan sehingga bisa ikut melibatkan perasaan seperti marah, terharu, sedih dan ikut bahagia bisa dikategorikan sebagai kondisi hipnosis. Sebuat saja seseorang yang sedang melamun termasuk kedalam kondisi hipnosis, sehingga definisi hipnosis tidak melulu menyatakan bahwa ketika seseorang berada dalam kondisi hipnosis maka seseorang sedang berada pada kondisi tidak sedang sadar diri atau tertidur.
Ketika berada dalam hipnosis state (kondisi hipnosis), maka aktivitas dan daya kemampuan otak meningkat berganda dari kemampuan otak dalam kondisi sadar. Otak mampu bekerja memberikan gambaran yang jernih dan detail, daya ingat pun ikut meningkat, pula kemampuannya dalam menerima masukan atau sugesti lebih peka.
2. Apakah hipnosis sama dengan tidur?
Serupa tapi tidak sama. Saat seseorang tertidur, maka frekuensi otak berada pada state 0-3hz, sehingga seseorang tidak sadar dengan apa yang sedang terjadi di sekelilingnya. Kondisi hipnosis lebih menggambarkan kondisi dari keadaan otak yang bekerja secara sadar, berpindah pada kondisi otak bawah sadar. Jadi dalam kondisi hipnosis, otak bawah sadar lah yang bekerja.
Lain waktu saya akan memberikan artikel mengenai fungsi otak sadar dan bawah sadar secara lengkap sehingga belajar hipnosis menjadi lebih lengkap dan mudah.
3. Is hypnosis dangerous?
No, of course not. Absolutely not. Hipnosis sangat tidak berbahaya, karena setiap hari, setiap orang mengalami keadaan hipnosisi, hanya saja banyak orang tidak menyadarinya. Hipnosis merupakan kondisi alamiah setiap mahkluk.
Seperti yang saya jelaskan tadi diatas, saat anda menonton film, atau mendengarkan lagu, tiba-tiba anda meneteskan air mata karena terharu. Atu ketika seseorang sedang curhat kepada anda, dan anda tiba-tiba memiliki solusi sebagai pemecahan. Atau saat bangun tidur, anda gunakan untuk belajar ketika mau ujian, dan anda menjadi lebih mudah menghafalkan. Itu semuia adalah contoh kecil kejadian dimana anda melakukan sesuatu secara hipnosis.
Berbeda dengan kondisi hipnosis terbimbing, dimana anda sedang dibimbing oleh seorang hipnoterapis yang membawa kondisi sadar anda menuju kondisi relaks dan siap untuk menerima sugesti dari sang hipnoterapis. Secara keseluruhan, hipnosis tidak berbahaya karena hipnosis adalah salah satu cara untuk dapat menanamkan program didalam otak, yakni program yang diterima oleh otak, sehingga  dalam kondisi sadar sekalipun seseorang akan selalu ingat dengan program yang ditanamkan. Program yang ditanamkan tidak bisa berupa program buruk atau yang tidak diterima oleh otak, misalkan anda diminta untuk menceritakan rahasia anda atau hal yang tidak boleh di ceritakan. Otak memiliki fungsi defensif yang luar biasa, sehingga mampu membedakan mana program yang bisa diterima, dan mana program yang harus ditolak, sehingga dengan begitu hipnosis sangatlah aman. Jikapun bisa, mungkin hipnosis bisa digunakan untuk menanyakan rahasia para pelaku korupsi dan tindak pidana bukan?
So, sejauh ini, hipnosis memang dinyatakan aman, dan sangat jauh berbeda dengan kondisi pencucian otak dan lain sebagainya yang berbahaya. Catatan dari saya, semua kembali pada pribadi masing-masing, seseorang yang memang tidak bisa menyimpan rahasia, bahkan tanpa perlu di hipnosis pun bisa menceritakan yang seharusnya menjadi rahasia.
4. Dapatkah seseorang melakukan sesuatu yang bertentangan setelah di hipnosis?
Mungkin anda pernah menyaksikan Hipnostage yang diperagakan oleh para artist ditelevisi, sehingga seseorang nampak bodoh dan melakukan hal-hal lucu bahkan membuka rahasia dengan pacara dan mantan pacara dan lain sebagainya.
Sekali lagi, sudah saya jelaskan diatas, bahwa hipnosis sangatlah aman. Dalam dunia entertainment, seperti yang terjadi di televisi, 100 persen hipnosis yang terjadi adalah rekayasa dan tujuannya semata hanya untuk menarik perhatian saja. Hal paling penting untuk diketahui adalah, perlu adanya “Agreement” atau “persetujuan” antara suyet (subjek yang dihipnosis) dan sang hipnotist. Sehingga tidak akan bisa sang hipnotist memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu seperti yang dimintanya.
Dengan adanya Amygdala dan Pre front cortex menjadikan otak berdaya ganda untuk menjalankan Self Defense System yang akan menjaga pikiran dan diri anda dari setiap program yang masuk melalui visual (penglihatan) ataupun audio (pendengaran) anda.
5. Apakah seseorang akan hilang ingatan atau bisa dicuci otak dengan hipnosis?
Memori otak manusia tidak memiliki batas hingga kondisi tertentu misal gila, atau mati. Ada hal-hal yang perlu untuk diingat dan ada pula yang tidak perlu untuk diingat, misalnya karena hal tersebut menjadikan seseorang trauma, stress, dan phobia.
Smeua kembali pada persetujuan anda dengan sang terapis. Jika anda sedang berobat karena gangguan memori, misalnya jika anda mengalami phobia terhadap ular, kecoa, tikus, secara otomatis akan ada beberapa memori yuang kurangbagus seputar pengalaman anda dengan jenis binatang yang disebutkan tadi.
Atau semisal anda sedang berobat karena mengalami gangguan pikiran seperti merasa tertekan dan stress berat karena ditinggalkan kekasih anda, secara otomatis program yang ditanamkan dalam hipnosis akan lebih terfokus pada penghapusan memori yang menjadi beban pikir anda.
Tapi jika sampai pada cuci otak? Hm, saya kira belum pernah terjadi kasus pencucian otak dalam hipnosis, mengingat untuk mencapai kondisi hipnosis seorang terapis bahkan membutuhkan waktu yang lumayan panjang (biasanya sekitar 30 hingga 60 menit). Selain itu self defense otak kita memiliki jaringan yang tidak mudah ditembus. So, aman dan  sangat aman.
6. Apakah setiaporang bisa dihipnosis?
Ya tentu saja bisa. Diatas saya sudah menjaleaskan bahwa setiap mahkluk yang memiliki otak dan gelombangnya pasti pernah berada dalam kondisi hipnosis. Hanya saja tidak semua orang mudah dihipnosis karena setiap orang memiliki ciri dan karakter masing-masing. Ada orang-orang yang mudah dan membuka diri dalam menerima saran, sugesti dan masukan, tapi juga ada sebagian orang orang yang teguh pendirian dan mungkin sedikit tertutup terhadap saran dan masukan dari orang lkain. Nah tipe orang-orang seperti ini biasanya memerlukan persetujuan ganda sebelum terjadinya prosesi hipnosis agar lebih mudah di hipnosis.

Nah saya kira itulah FAQ seputar hipnosis. Semoga dapat membantu memberikan hgambaran lebih jelas mengenai kondisi hipnosis.
Selamat membaca dan salam sukses
This work is licensed under a Creative Commons license.

Abi Andaya Iswara

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih. BY Mixland Blog.