OLS: Optimum Learning State 2

Pada posting artikel bahasan sebelumnya, "OLS: Optimum Learning State 1" saya sudah membahas mengenai definisi OLS (Optimum learning state), pentingnya OLS, dan fakta mengenai OLS dalam kaitannya dengan frekuensi gelombang elektromagnetik otak; kali ini saya akan membahas lebih lanjut mengenai metode 3 tahapan yang pertama pada "OLS: Optimum Learning State 2" ini.

Untuk tahapan yang pertama dari Metode 3 tahapan tersebut adalah:
Menggunakan pernafasan yang dalam untuk menciptakan kondisi rileks yang akan membentuk OLS

Tahapan pertama ini sangatlah penting dalam pencapaian daya kemampuan otak secara optimum. Dan nafas sendiri, merupakan faktor paling penting dan mendasar untuk menciptakan kondisi OLS itu sendiri. Dan saya menyarankan jika anda, anak anda, dan anak didik anda ingin menjadi pelajar super dengan kemampuan kapasitas otak yang berganda untuk mempraktikkan pelatihan tahapan yang pertama ini dan membuktikannya sendiri. Anda pun tidak akan menyangka sama sekali bahwa hal yang setiap waktu anda lakukan baik secara sadar ataupun tidak sadar seperti bernafas, dapat mempengaruhi kemampuan otak anda. 

Keterkaitan antara pernafasan dan OLS dan kemampuan otak adalah sebagai berikut:
1. Pernafasan secara normal menghirup oksigen (O2) yang diperlukan oleh tubuh. Dan oleh jantung O2 dipompa bersama darah menuju ke seluruh organ tubuh termasuk otak. Sementara, semakin besar dan semakin tinggi kondisi belajar memerlukan kadar O2 yang semakin besar pula. 
2. Pernafasan yang harmonis, natural dan teratur dapat meregangkan ketegangan seluruh otot dan syaraf tubuh, sehingga tubuh mampu menjadi lebih rileks, sementara stok O2 yang bertambah akan membantu melakukan cleaning atau pembersihan terhadap ketegangan berpikir sehingga pikiran menjadi lebih terkontrol dan jernih.
3. Pernafasan yang harmonis dan teratur  akan membawa kondisi otak yang semula pada frekuensi datar pada kondisi sadar  antar 18-40 Hz menurun hingga level frekuensi gelombang otak alpha, yakni antara 8-12 Hz. Dan pada kondisi ini akan membuka peluang terhadap OLS itu sendiri.

Sebagai referensi silakan baca dan praktikkan juga "Membangkitkan intuisi berpikir 2" agar anda juga mampu merasakan bahwa pernafasan memberikan nilai lebih dalam keterkaitannya dengan optimisasi kapasitas otak.

Dan berikut juga saya sampaikan tahapan pertama pelatihan pernafasan untuk mencapai gerbang OLS:
1. Carilah sebuah tempat yang sunyi, dimana anda tidak akan merasa terganggu. Jika anda seorang pendidik/guru, ruang kelas dengan pintu yang tertutup akan membantu pengkondisian ketenangan.
2. Duduklah dengan nyaman, dan usahakan tulang punggung dan leher tegak lurus, dan longgarkan pakaian (sabuk, dasi, dll) sehingga pernafasan anda tidak terganggu.
3. Letakkan tangan kanan diatas pusar dan tangan kiri tepat dibawah tulang iga. Dan kondisikan otot perut untuk lemas.
4. Tahapan berikutnya, tariklah nafas secara natural dan dalam kondisi tenang. Usahakan tidak menarik nafas dengan otot-otot perut, tapi pernafasan biasa yang membiarkan paru-paru mengembang, lebih pada otot dada. Sehingga tangan kanan akan bergerak mengikuti berkembangnya rongga dada dan disaat yang sama tangan kiri akan bergerak ke arah luar dan atas. Dan gerakan kedua tangan tersebut dihasilkan oleh otot rongga dada yang mengembang bukan otot perut.
5. Hembuskan nafas secara perlahan dan nikmati saja.
6. Lakukan tahapan diatas beberapa kali sampai anda merasakan nyaman dengan pola pernafasan tersebut.
7. Jika Sudah, lakukan tarikan nafas panjang dan bayangkan anda sedang menarik oksigen dari luar, dari alam semesta, dan masuk ke dalam tubuh melalui hidung, menuju paru-paru, lalu dipompa bersama darah menuju ke otak anda. Tahan selama 10 - 15 detik.
Penting untuk diketahui, menahan nafas yang baik adalah anda tidak akan merasakan otot leher menjadi kencang dan tegang, yang anda rasakan adalah rongga dada yang mengembang. Menahan nafas dengan menegangkan otot leher akan mengakibatkan kepala pusing dan migraine karena kelelahan. Jadi usahakan menahan nafas secara benar.
Jika mengalami kesulitan dalam visualisasi atau pembayangan, anda bisa membayangkan seolah-olah O2 tersebut berwana biru yang lembut atau hijau yang damai, warna cerah.
8. Lalu lepaskan atau buang nafas sepenuhnya, dan rasakan seluruh ketegangan tubuh maupun ketegangan pikiran terlepaskan bersama nafas. Yang anda bisa rasakan adalah kelegaan, dan merasakan kendornya seluruh otot tubuh dan pikiran jadi lebih fresh.
9. Ulangi langkah 7 dan 8 hingga 5 - 10 kali dengan tujuan untuk memperbanyak kadar oksigen (O2) yang diserap melalui pernafasan dan dialirkan menuju otak.
10. Mulailah bernafas secara alami, natural. Pada kondisi ini anda akan merasakan perubahan frekuensi otak yang semula berada pada frekuensi gelombang beta antara 18-40 Hz dan sekarang berada pada kondisi alpha yakni antara 7-14 hz. Untuk lebih jelasnya anda dapat membuka dan membaca kembali "Mengenal gelombang Otak (Brainwave)"

Nah untuk pelatihan pertama dari metode 3 tahapan ini dapat anda lakukan sehari 2-3 kali untuk melatih diri anda agar dapat mengenal karakteristik ketika sedang berada pada kondisi alpha. Dan pada posting berikutnya, "OLS: Optimum Learning State 3" saya akan memberikan tahapan kedua dari metode 3 tahapan untuk mencapai kondisi Optimum Learning State agar mudah dan cepat dipanggil sewaktu-waktu dibutuhkan.

Selamat membaca dan mencoba dan salam sukses

Abi Andaya Iswara

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih. BY Mixland Blog.