OLS: Optimum Learning State 5

Pada artikel sebelumnya, "OLS: Optimum Learning State 4", saya sudah menyampaikan secara panjang lebar mengenai anchor, definisi dan pentingnya anchor, kondisi anchor, dan keterkaitannya terhadap Optimum Learning State terhadap gaya belajar. Pada kesempatan ini saya akan melanjutkan artikel mengenai pembentukan anchor dan aplikasi sistem anchoring untuk Optimum Learning State dalam kajian hipnosis dan Neuro language Program.

Bagaimana membentuk anchor
Dalam dunia Neuro Language program, yang sebenarnya merupakan salah satu dari sekian banyak cabang pengembangan dari Hipnosis; anchor merupakan sebuah pemicu atau trigger yang dapat dibentuk secara sengaja. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengalami kondisi dimana tiba-tiba ide-ide kreatif mengalir begitu luar biasa dan kekuatan daya ingat yang meningkat secara positif.

Meskipun kondisi tersebut terjadi tidak sewaktu-waktu, dan bahkan bisa dikatakan sangat jarang terjadi; ternyata ada sebuah cara yang dapat dilakukan untuk dapat memunculkan kondisi Optimum Learning State seperti diatas itu secara sengaja, ketika anda menginginkannya, ketika anda membutuhkannya kapanpun anda mau. Yang diperlukan adalah mengasosiasikan atau mensinkronisasi kondisi yang ada padasaat ini dengan kondisi dimana anda pernah mengalami kondisi "briliant", "genius", pada saat optimum learning state tersebut terjadi.Kemudian ciptakan anchor sebagai penjangkaran, agar mudh dipanggil.

Ada 3 poin perihal yang harus diketahui dalam membuat anchor:

1. Unik
Temukan dan gunakan sebuah cara yang unik dalam membentuk anchor. Sebuah cara yang bisa memiliki sensasi tersendiri, sehingga membedakan anchor dengan kebiasaan yang lain.
Beberapa contoh anchor yang biasa sudah pernah saya berikan sebelumnya seperti: 
- Anda teringat sesuatu peristiwa ketika mendengar lagu tertentu.
- Anda teringat seseorang ketika mencium bau minyak wangi tertentu
- Ketika anda melihat sepotong gambar foto masa kecil anda, tiba-tiba anda teringat kejadian-kejadian masa lalu.

2. Intensitas dan Value
Ketika anda melakukan asosiasi atau sinkronisasi antara kondisi saat ini dengan kondisi puncak pada masa lalu. Jadi ketika anda mengingat, membayangkan pada saat melakukan asosiasi atau sinkronisasi, anda harus benar-benar merasakan kondisi pembayangan tersebut secara nyata. 

Misalnya: anda tentu pernah melamunkan sesuatu, dan anda tiba-tiba bisa menjadi begitu sedih atau bahkan menggebu-gebu terhadap sesuatu hal. Tapi ingat, ini sangat berbeda dengan lamunan kosong, tapi asosiasi lebih menitikberatkan pada visualisasi yang lebih berkualitas, yang mampu menimbulkan rasa dan sensasi.

3. Waktu
Perhatikan pula kondisi waktu puncak atau klimaks, kondisi paling tinggi, yang paling memunculkan sensasi dan reaksi yang sangat berkesan. Jika anchor dibentuk pada wkatu puncak, sudah dipastikan anchor menjadi sangat efektif.

Kondisi puncak yang dimaksud adalah misalkan anda pernah membacasebuah cerita atau menonton sebuah film, ada yang disebut permulaan atau pengenalan tokoh, pengenalan cerita sebab dan akibat, lalu akan masuk pada sesi terjadinya polemik atau permasalahan, proses penyelesaian permasalahan, dan pada bagian akhir adalah penutup entah dengan akhr yang bahagia atau sebaliknya.

Waktu lebih mudah sebut sebagai alur waktu atau plot dalam bagian cerita. Jika anda sedang membayangkan seseorang pada saat anda sedang jatuh cinta, alur waktu atau plot puncaknya adalah pada saat anda pertama kali bertemu dengan orang tersebut, atau ketika orang itu pertama kali berkenalan dan melempar senyum dan memberikan nomor handphonenya. Anda merasa berbunga-bunga dengan hal tersebut. Itulah waktu 

Pembentukan anchor melalui meditasi, self hipnosis, dan relaksasi
Cara terbaik dalam membentuk anchor adalah pada saat seseorang dapat mengakses pikiran bawah sadarnya naik ke permukaan. Kondisi ini terjadi pada saat seseorang berada pada gelombang alpha dan tetha. Dan untuk dapat memasuki ranah alpha dan tetha dapat dilakukan dengan meditasi / self hipnosis / relaksasi.

Ketenangan dan kejernihan pikiran, kondisi tubuh yang relaks, suplai oksigen dan energi yang memadai adalah salah satu keuntungan dari dua kondisi tersebut diatas. Dengan keuntungan tersebut fokus dan konsentrasi pikiran akan jauh lebih meningkat, memperoleh kemudahan dalam melakukan asosiasi dan sinkronisasi melalui visualisasi atau pembayangan terhadap masa lalu yang hendak dijadikan anchor. 

Langsung saja, berikut adalah tahapan pembentukan anchor melalui meditasi, self hipnosis, dan relakasasi yang telah saya format:

1. Sebelum anda memulai self hipnosis, meditasi atau relaksasi emnuju tetha state, luangkan waktu anda paling tidak 10-15 menit untuk mengumpulkan informasi pengalaman-pengalaman masa lalu anda yang memiliki nilai dan value, kesan dan sensasi serta reaksi yang positif. Gunakan pengalaman masa lalu yang berhubungan dengan prestasi belajar yang genius, spektakuler, daya ingat luar biasa, ide-ide muncul secara "amazingly", yakni pengalaman atau memori yang berhubungan dengan kesuksesan belajar anda.

2. Cari tempat yang dirasa tenang dan dimana anda tidak akan terganggu lalu duduklah secara nyaman.

3. Pejamkan mata anda, dan mulailah berdoa.
Segala sesuatu yang dimulai dengan doa akan membuat perasaan dan kedekatan terhadap Sang Pencipta, dan ini akan membuat anda jauh lebih bisa merasakan ketenangan, kedamaian, dan kondisi-kondisi keberhasilan yang tinggi dimana keyakinan anda pun akan meningkat untuk dapat berhasil.

4. Lakukan tarikan nafas panjang melalui nostril atau hidung secara perlahan, nikmati tarikan nafas hingga rongga dada menjadi penuh, lalu tahan sebentar (10-15 detik) dan lepaskan. Ketika melakukan tarikan nafas dan menahannya, secara otomatis, anda akan merasakan otot-otot tubuh anda jadi menegang. Maka ketika anda melepaskan nafas, rasakan bahwa seluruh otot dan syaraf tubuh menjadi lemas, menjadi kendur dan rileks.
lakukan pernafasan relaksasi ini sebanyak 3-7 kali sampai anda merasa sangat rileks.

5. Nikmati sejenak kondisi rungan sekitar, suara-suara yang muncul. Desiran angin yang menyentuh kulit anda perlahan, detak jantung anda, nikmati kondisi anda dengan seksama. 
Pada kondisi ini, memori pikiran akan memuncukkan banyak jenis gambaran kejadian yang telah terekam otak dan pikiran bawah sadar anda. Anda tidak perlu mengikutinya, biarkan saja gambaran tersebut berlalu begitu saja, anda cukup berfokus pada pernafasan natural anda, menikmati kondisi meditatif dan relaksasi anda.

6. Jika dirasa sudah sangat nyaman dan tenang. Dimana anda akan terbawa pada sebuah kedamaian perasaan, pikiran yang stabil, memori yang teratur. Mulailah membentuk penegasan-penegasan terhadap diri anda sebagai berikut:
a. Saya adalah pelajar yang cerdas
b. Saya memasuki kondisi belajar yang optimum
c. Saya akan semakin cerdas dan genius
d. Dan semua hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar akan menjadi semakin menarik dan menyenangkan

Ulangi kalimat-kalimat penegasan tersebut secar berkala, 10-25 kali perkalimat. Tujuannya adalah mengirimkan signal-signal elektromagnetik pembentukan daya belajar yang aktif didalam pikiran bawah sadar.

7. Jika sudah selesai, kembalikan diri anda pada kondisi menikmati keadaan meditatif anda, sampai pikiran anda kembali tenang dan damai.

8. Tadi diawal anda sudah mengumpulkan informasi terkait dengan pengalaman belajar masa lalu anda yang sukses dan penuh prestasi. Sekarang tugas anda adalah melakukan asosiasi dan sinkronisasi keadaan meditatif saat ini dengan kondisi puncak dimasa lalu yang telah anda kumpulkan tadi.

Lakukan visualisasi atau pembayangan, pembentukan gambaran secara mendetail mengenai kondisi pengalaman masa lalu tersebut. Tidak perlu tergesa-gesa dalam membayangkan, tapi coba runtut kejadian tersebut perlahan sampai anda bukan sekedar membayangkan, tapi mampu merasakan kejadiannya secara nyata, merasakan sensasi tertinggi dimana anda bereaksi secara spontan (reaksi biasanya berupa perasaan bahagia, menggebu-gebu semangatnya, senang, gembira, dan bahkan bulu kuduk anda sampai berdiri/merinding karena merasa terharu dan bahagia).

Ingat baik-baik kejadian tersebut beserta seluruh perasaan yang ada. Kondisi masa lalu anda yang benar-benar terjadi pada diri anda, kecerdasan super genius anda, diri anda yang sebenarnya, kemampuan anda yang sebenarnya.

9. Lalu jika sudah berhasil mencapai tahap merasakan sensasinya secara nyata. Masukkan diri anda didalam gambaran tersebut (seolah-olah anda sedang melihat diri anda yang sedang berada pada masa lalu anda). Perhatikan baik-baik gerak-gerik diri anda dan gaya belajar anda, semangat anda, keceriaan anda.
 
10. Berikutnya adalah pembentukan anchor agar anda mudah mencapai dan memanggil kondisi optimum learning state anda secara sadar. Gunakan 3 poin yang sudah saya sebutkan sebelumnya dalam pembentukan anchor yaitu: unik, intensitas dan value, serta waktu.

Jika sudah mencapai kondisi perasaan anda sudah mulai terkontak dengan perasaan yang saya sebutkan pada langkah nomor 9 diatas, maka anda langsung membentuk anchor. Saya memiliki beberapa referensi yang bisa anda gunakan sebagai anchor anda, dan tidak menutup kemungkinan anda memiliki cara yang lebih unik.

 Berikut contohnya:
a. Setiap kali saya dalam kondisi belajar dan setiap kali saya mengepalkan kedua tangan saya dan meletakkannya didada, secara otomatis saya akan terhubung pada kondisi optimum learning state.
b. Setiap kali saya dalam kondisi belajar dan setiap kali saya memejamkan mata dan mengucapkan kata "GUNAKAN KATA YANG BERKESAN DAN MEMILIKI ARTI BAGI DIRI ANDA SENDIRI" sebanyak "SEBUTKAN BERAPA ANGKA"  maka secara otomatis saya akan terhubung dengan kondisi optimum learning state saya.

Nah anda bisa menggunakannya atau lebih baik jika anda bisa menemukan gaya tersendiri bagi anchor anda pribadi. Yang penting adalah anda harus membawa perasaan gembira, semangat, dan keyakinan pada saat penanaman anchor agar efektif.

11. Jika sudah selesai. lanjutkan dengan cooling down sesaat. Nikmati kondisi meditatif anda lagi.
12. Lalu lakukan tarikan nafas seperti di langkah awal sebanyak 3 kali. Pada saat anda menghembuskan atau melepaskan nafas, bawa serta kegembiraan dan keyakinan yang kuat bahwa anchor  telah tertanam dengan baik. Lalu kapanpun anda siap, silakan membuka mata anda.

Langkah-langkah diatas lebih baik jika selalu anda lakukan secara continue, tujuannya adalah untuk lebih memperkuat menempelnya anchor pada pikiran bawah sadar anda. 

Pada kondisi sadar, dan pada saat kondisi hendak belajar, yang perlu anda lakukan adalah anda tinggal melakukan sesuai dengan anchor yang anda tanam untuk memanggi kondisi optimum learning state secara cepat. Misal dari kedua contoh anchor yang sayaberikan diatas adalah:
a. Kepalkan kedua tangan anda dan letakkan didada, dan rasakan optimum learning state telah hadir.
b. Pejamkan mata dan ucapkan "kata kunci" atau "keyword" berapa kali dan kondisi OLS telah hadir dalam diri anda.

Pemanggilan OLS bukan hanya pada saat anda menghadapi kondisi belajar saja, tapi dapat anda gunakan pada saat semangat anda sedang melemah dan turun, pada saat anda menghadapi kesulitan, atau pada saat anda mengalami jalan buntu terhadap pemecahan suatu masalah.

Nah, efektif dan tidaknya cara diatas tergantung pada seberapa aktif anda dalam pembentukan anchor bagi diri anda sendiri dan juga tergantung pada seberapa percaya diri anda terhadap cara-cara yang telah ditulis diatas. Sama kondisinya jika anda berobat ke seorang dokter, cara apapun yang diterapkan dokter untuk membantu kesembuhan anda tidak akan efektif jika anda malas minum obat dan tidak percaya pada cara dan obat yang diberikan. 

Abi Andaya Iswara

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih. BY Mixland Blog.